Showing posts with label Green Ispiring. Show all posts
Showing posts with label Green Ispiring. Show all posts
Jakarta, Asian The Green City Index
Posted by Jakarta Green City
on
Friday, March 11, 2011
, under
Green Ispiring,
Jakarta on Asian The Green City Index
|
comments (0)
Peringkat Kota Jakarta dalam skore Indeks Asian Green City Index 2011, dalam peringkat yang rata-rata.
Sebagai Ibukota Negara Indonesia dan sebagai kota terbesar dengan populasi penduduk hampir lebih dari 9,2 juta orang. Dengan PDB per orang sebesar US$7,600, membuat Jakarta menjadi kota terkaya di Indonesia .
kalau yang ini boleh kita bilang : LANJUTKAN..!!!
Klik Hati untuk Hargai Inisiatif Gerakan Sosial
Posted by Jakarta Green City
on , under
CSR Take Action ( CTA ),
Green Ispiring,
Klik Hati untuk Hargai Inisiatif Gerakan Sosial,
PT. MERCK
|
comments (0)
Program Klik Hati diadakan untuk menghargai para individu dan organisasi yang sudah melaksanakan gerakan sosial. Klik Hati Award dan Aksi Klik Hati ini fokus pada program-program sosial yang dikomunikasikan melalui social media di internet.
Jakarta , 15 Desember 2010 – PT Merck Tbk, perusahaan farmasi dan kimia, mengumumkan bahwa pihaknya mengadakan program Klik Hati. “Program ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi PT Merck Tbk. yang ke 40,” kata Nils Moen, Direktur divisi Consumer Health Care. Ia menambahkan, program ini memperkenalkan kepada masyarakat luas gerakan sosial yang dilakukan oleh individu ataupun organisasi dan mengomunikasikannya melalui social media.
Program Klik Hati terdiri dari dua komponen yaitu: Klik Hati Award dan Aksi Klik Hati. Moen, menjelaskan bahwa kedua komponen tersebut fokus pada program-program yang dikomunikasikan melalui social media di internet.”PT Merck Tbk. ingin menunjukan bahwa memulai sebuah program sosial dan melakukannya melalui social media mudah dan berkekuatan besar. Nyatanya, dengan social media, komunikasi terjalin lebih mudah dengan jangkauan lebih luas, mampu menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan dari kelompok sosial yang lebih luas, dan juga dapat menimbulkan dampak yang lebih besar.”
Tim juri Klik Hati yang terdiri dari Roby Muhamad, Alissa Wahid dan Merck menominasikan 19 program di bidang Kesehatan Umum, Sosial, Lingkungan, Pendidikan, dan Budaya; dari 19 program yang dinominasikan, 5 pemenang telah terpilih yaitu: Blog Dokter, Blood For Life, Sahabat Anak, Coin A Chance, dan Ivan Lanin. Para pemenang dianugerahi penghargaan Klik Hati senilai 10 juta Rupiah untuk masing-masing pemenang pada saat dilakukannya media gathering.
Roby Muhamad, seorang ahli di biodang komunikasi online, dan Alissa Wahid, seorang penggiat gerakan sosial, keduanya berkomentar bahwa gerakan-gerakan sosial dapat dicapai secara efektif dan mudah dengan meningkatkan penggunaan social media.
Bagian kedua dari program Klik Hati adalah Aksi Klik Hati. “Melalui Klik Hati Award dan Aksi Klik Hati, kami ingin memotivasi lebih banyak orang untuk mau terlibat dalam gerakan sosial,” jelas Niken Suryo Sofyan, Corporate Communications Manager PT Merck Tbk. Ia menambahkan, bagi mereka yang ingin ambil bagian di Aksi Klik Hati ini, dengan tujuan untuk meningkatkan komunitas, silahkan bergabung secara online di Klik Hati. Informasi lengkap mengenai Klik Hati tersedia di HYPERLINK “http://www.klikhati.com” www.klikhati.com, HYPERLINK “http://www.facebook.com/klikhati” www.facebook.com/klikhati dan @klikhati di Twitter.”
Hadiah sebesar 20 juta akan diberikan kepada 5 program terbaik. “PT Merck Tbk. ingin memperluas dampak dari program ini, oleh karena itu, hadiah yang kami berikan sudah seharusnya digunakan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan program mereka. Kami, juga akan memonitor para pemenang selama sebulan sebelum kami memutuskan 2 organisasi atau individu yang terbaik yang berhak mendapatkan hadiah utama sebesar 40 juta rupiah untuk masing-masing pemenang.” lanjut Niken.
Bentuk Kepedulian Sektor Swasta Tentang Masalah Persampahan di Jakarta
Posted by Jakarta Green City
on
Wednesday, March 2, 2011
, under
Green Ispiring,
JAKARTA DREAMS
|
comments (0)
" Jakarta Green & Clean "
Bentuk Kepedulian Sektor Swasta Tentang Masalah Persampahan di Jakarta
Program ini merupakan hasil kemitraan strategis antara Unilever dengan Jaringan Delta FeMale Indonesia yang didukung oleh KLH, BPLHD DKI Jakarta dan Dana Mitra Lingkungan
Kota Jakarta, dengan jumlah penduduk +/- 10 juta jiwa, setiap harinya menghasilkan +/- 25.687m3 sampah yang terdiri dari 80% sampah basah (organic) dan 20% sampah kering (non organic). Dan penyumbang terbesar sampah ibukota berasal dari sampah rumah tangga yang mencapai +/- 60% dari total sampah yang dihasilkan Kota Jakarta tiap harinya, demikian riset yang dilakukan oleh Indonesia Solid Waste Association (InSwa).
Berdasarkan fakta tersebut di atas, sejak Maret 2006 PT Unilever Indonesia, Tbk. dan Jaringan Delta FeMale Indonesia (JDFI) membentuk kemitraan strategis yang membuahkan program Jakarta Green and Clean (JGC), suatu program pelestarian lingkungan melalui penghijauan dan pengelolaan sampah mandiri. Salah satu bentuk kegiatannya adalah lomba kebersihan dan penghijauan lingkungan tingkat RT se-DKI Jakarta yang dilaksanakan selama bulan Maret – Juli dan didukung oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Badan Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Propinsi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dana Mitra Lingkungan. Melalui program tersebut komunitas RT di Jakarta berlomba untuk menjadikan lingkungannya hijau dan bersih.
Direktur Corporate Relations Unilever, mengatakan, “Kami sangat gembira, melihat antusiasme warga Jakarta yang begitu besar untuk menjadikan Kota Jakarta menjadi bersih dan hijau. Hal ini terlihat dari minat masyarakat yang turut berpartisipasi dalam program JGC ini.
Penghargaan Penyelenggaraan Perumahan dan Permukiman
Posted by Jakarta Green City
on , under
Green Ispiring,
Penghargaan Adiupaya Puritama
|
comments (0)
Buku Panduan
Pemberian Penghargaan Adiupaya Puritama
Bidang Penyelenggaraan Perumahan dan Permukiman
Latar Belakang
Rumah adalah hak dasar bagi setiap orang. Hal ini secara tegas disebutkan dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28H ayat (1), yang mengamanatkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik. UU No.4 Tahun 1992 tentang
Perumahan dan Permukiman pada Pasal 5 ayat (1) juga mengamanatkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan/atau menikmati dan/atau memiliki rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi, dan teratur. Agenda Habitat pada Declaration on Human Settlements di Istanbul, juga mengamanatkan tentang pentingnya
penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat (shelter for all) dengan mengedepankan strategi pemberdayaan (enabling strategy).
Berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan tata pemerintahan yang baik, penyelenggaraan perumahan dan permukiman diharapkan dapat dilaksanakan secara penuh dan efektif, khususnya ditingkat pemerintah kota dan kabupaten. Hal ini sejalan dengan PP No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, yang menyatakan bahwa perumahan merupakan urusan wajib yang menjadi wewenang pemerintah daerah.
Menghadapi kenyataan semakin kompleksnya persoalan perumahan dan permukiman di Indonesia, maka perhatian pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan perumahan dan permukiman di daerahnya masih sangat perlu untuk terus ditingkatkan. Kebijakan-kebijakan yang disusun perlu terus dikembangkan baik kuantitas maupun kualitasnya. Selain itu,
kepentingan para stakeholder perumahan khususnya pelaku pembangunan perumahan seperti para pengembang, LSM, dan masyarakat, perlu dimaksimalkan akomodasinya dalam sistem
pembangunan perumahan yang baik.
Sejalan dengan penyelenggaraan Agenda Habitat Dunia, Kementerian Perumahan Rakyat setiap tahunnya memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) pada tanggal 25 Agustus yang pertama kali diperingati pada tahun 2008. Dalam pemberian penghargaan ini,
Kementerian Perumahan Rakyat bekerjasama dengan instansi terkait lainnya melaksanakan kegiatan Pemberian Penghargaan Adiupaya Puritama Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Permukiman kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten yang dianggap berhasil dalam menyelenggarakan pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman di wilayah di daerahnya.
Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat lebih mendorong dan memotivasi pemerintah kota dan kabupaten untuk senantiasa meningkatkan upaya penyelenggaraan perumahan dan permukiman di daerahnya masing-masing.
2. Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mendorong dan meningkatkan perhatian serta kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan perumahan dan permukiman di daerahnya khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN
Posted by Jakarta Green City
on
Tuesday, March 1, 2011
, under
Green Ispiring,
Pencemaran,
STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN
|
comments (0)
Sekitar 85 % bahan pencemar yang terakumulasi di kawasan pesisir dan laut berasal dari daratan (UNEP, 1998). Gambaran ini juga terjadi di Indonesia , khususnya Teluk Jakarta. Dengan demikian keberhasilan penanggulangan pencemaran kawasan pesisir dan laut sangat ditentukan oleh keberhasilan upaya pengelolaan pencemaran di daratan (lahan atas). mengingat bahwa sebagian besar bahan pencemar maupun sedimen dari daratan sampai ke perairan pesisir dan laut melalui aliran sungai, maka penyelesaian masalah pencemaran pesisir dan laut akan sangat tepat jika didekati melalui pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) dan kawasan pesisir secara terpadu.
Strategi Pemecahan Masalah
KOMPOR ELink
Kompor Elink merupakan nama dengan kepanjangan dari Kompor Energi Lingkungan, dengan berbahan bakar aneka limbah padat non B3,juga bermakna mengingatkan kita agar selalu ingat akan kelestarian lingkungan.
Kompor ini efisiensi sudah mencapai 25% lebih dalam kondisi panas yang stabil dan secara ekonomis mampu menghemat uang sebesar 50% lebih, Efisiensi rata-rata kompor kayu dan minyak adalah 15-25% .
( sumber Biomass stoves design and Construction by Samuel F. Baldwin Princeton University 1987.
Kompor ini didasari dengan prihatinnya akan kematian industri kompor rakyat yang sebelumnya berbahan bakar minyak tanah atau pun briket yang kurang dalam pemasarannya. Malasnya orang memakai kompor yang membuat alat masak kotor atau hitam ( cemong) karena kena asap atau abu akibat pembakaran sehingga menyulitkan pada waktu pencucian.
Asap yang di timbulkan oleh kompor biomassa pada juga mendasari bagaimana agar asap bisa dikendalikan atau tidak mengganggu pada saat memasak yang juga berakibat buruk pada kesehatan.
Kompor ini di desain dengan bahan yang murah dan juga dari limbah kaleng bekas sehingga membantu masyarakat dalam memanfaatkan limbah logam.Desain dari kompor ini juga aman bagi si pemakai tidak meledak atau menyebabkan kebakaran.
Bahan bakar yang di gunakan :
- Limbah solid non B3 baik organik maupun non-organik yang mempunyai nilai kalor
- Plastik baik botol maupun kantong yang cenderung tidak ramah lingkunan.
- Biomassa dan juga limbah pertanian sehingga bisa mengurangi beban petani akan belanja bahan bakar.
Efek terhadap Lingkungan, Sosial dan Ekonomi :
- Pemanfaatan Limbah Organik untuk bahan bakar sehingga sampah organik bisa terkurangi.Sampah Non Organik Non B3 misal plastik bisa di gunakan sebagai bahan bakar, plastik merupakan bahan yang susah di degradasi oleh alam dan membutuhkan waktu yang lama.
- Pemanfaatan limbah plastik ,karet dan bahan bukan ketgori B3 dan mempunyai kalori dll yang susah terurai oleh alam bisa juga sebagai bahan bakar dimana bahan dasar plastik juga merupakan gugus karbon yang mempunyai nilai kalori.
- Ranting pohon atau juga dedaunan atau limbah organik lainnya juga bisa dipakai sebagai bahan bakar.Intinya sampah dapat tertanggulangi dengan menggunakan kompor ini juga menumpuknya sampah sedikit berkurang.Munculnya gas methane akibat fermentasi sampah organic juga berkurang.
- Kerusakan lingkungan akibat penebangan pohon untuk kayu bakar (deforestry) akhirnya dapat berkurang .
- Selain lebih murah dalam bea masak per hari ada efek lain yang bisa memberikan kontribusi terhadap lingkungan serta alat masak tidak kotor atau hitam ( cemong).
- Pemakaian energy fosil untuk memasak juga akan berkurang dan ketergantungan akan energy fosil bisa dikurangi.
- Bagi yang ekonomi lemah bisa lebih banyak menabung atau bisa menikmati makanan yang lebih sehat dan bergisi akibat murahnya bea memasak sehingga kesejahteraan bisa meningkat.
- Masalah resiko memasak juga sangat rendah terjadinya ledakan akibat tabung yang bocor, minyak yang tumpah dan kecenderungan lebih aman.
- Menambah lapangan kerja bagi pengangguran atau menghidupkan kembali industry kompor rakyat yang sudah mati.
Dari Tulisan :
Sigit Wahyu Jatmiko
Diploma 3 Chemical Engineering ITS Surabaya
E-mail: siyuko16march@yahoo.com
Download Full Article as PDF version
Program Peringkat dalam Pengelolaan Lingkungan
Posted by Jakarta Green City
on , under
Green Ispiring,
Program Peringkat dalam Pengelolaan Lingkungan
|
comments (0)
Pendahuluan
Penilaian Peringkat Kinerja Penaatan dalam Pengelolaan Lingkungan mulai dikembangkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup, sebagai salah satu alternatif instrumen penaatan sejak tahun 1995. Program ini pada awalnya dikenal dengan nama PROPER PROKASIH. Alternatif instrumen penaatan ini dilakukan melalui penyebaran informasi tingkat kinerja penaatan masing-masing perusahaan kepada stakeholder pada skala nasional.
Diharapkan para stakeholder dapat menyikapi secara aktif informasi tingkat penaatan ini, dan mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya. Dengan demikian, dampak lingkungan dari kegiatan perusahaan dapat diminimalisasi. Dengan kata lain, PROPER merupakan Public Disclosure Program for Environmental Compliance.
Penilaian Peringkat Kinerja Penaatan dalam Pengelolaan Lingkungan mulai dikembangkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup, sebagai salah satu alternatif instrumen penaatan sejak tahun 1995. Program ini pada awalnya dikenal dengan nama PROPER PROKASIH. Alternatif instrumen penaatan ini dilakukan melalui penyebaran informasi tingkat kinerja penaatan masing-masing perusahaan kepada stakeholder pada skala nasional.
Diharapkan para stakeholder dapat menyikapi secara aktif informasi tingkat penaatan ini, dan mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya. Dengan demikian, dampak lingkungan dari kegiatan perusahaan dapat diminimalisasi. Dengan kata lain, PROPER merupakan Public Disclosure Program for Environmental Compliance.
Kepedulian Swasta Tentang Masalah Persampahan di Jakarta
Posted by Jakarta Green City
on , under
Green Ispiring,
JAKARTA DREAMS,
Jakarta Green and Clean
|
comments (0)
" Jakarta Green & Clean "
Bentuk Kepedulian Sektor Swasta Tentang Masalah Persampahan di Jakarta
Program ini merupakan hasil kemitraan strategis antara Unilever dengan Jaringan Delta FeMale Indonesia yang didukung oleh KLH, BPLHD DKI Jakarta dan Dana Mitra Lingkungan
Kota Jakarta, dengan jumlah penduduk +/- 10 juta jiwa, setiap harinya menghasilkan +/- 25.687m3 sampah yang terdiri dari 80% sampah basah (organic) dan 20% sampah kering (non organic). Dan penyumbang terbesar sampah ibukota berasal dari sampah rumah tangga yang mencapai +/- 60% dari total sampah yang dihasilkan Kota Jakarta tiap harinya, demikian riset yang dilakukan oleh Indonesia Solid Waste Association (InSwa).
Berdasarkan fakta tersebut di atas, sejak Maret 2006 PT Unilever Indonesia, Tbk. dan Jaringan Delta FeMale Indonesia (JDFI) membentuk kemitraan strategis yang membuahkan program Jakarta Green and Clean (JGC), suatu program pelestarian lingkungan melalui penghijauan dan pengelolaan sampah mandiri. Salah satu bentuk kegiatannya adalah lomba kebersihan dan penghijauan lingkungan tingkat RT se-DKI Jakarta yang dilaksanakan selama bulan Maret – Juli dan didukung oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Badan Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Propinsi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dana Mitra Lingkungan. Melalui program tersebut komunitas RT di Jakarta berlomba untuk menjadikan lingkungannya hijau dan bersih.
Direktur Corporate Relations Unilever, mengatakan, “Kami sangat gembira, melihat antusiasme warga Jakarta yang begitu besar untuk menjadikan Kota Jakarta menjadi bersih dan hijau. Hal ini terlihat dari minat masyarakat yang turut berpartisipasi dalam program JGC ini.
Young Green Leaders Award 2011
Posted by Jakarta Green City
on
Monday, February 28, 2011
, under
Green Ispiring,
Young Green Leaders Award 2011
|
comments (0)
Kamu masih SMA? Peduli dengan lingkungan? Ingin berprestasi?
Ikuti:
"Young Green Leaders Award 2011"
Ini adalah acara yang diselenggarakan oleh Young On Top (twitter: @YoungOnTop),GARUDA Youth Community (twitter: @GYCforChange), Green Radio 89,2 FM dan turut berencana melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan British Council untuk mencari PELAJAR SMA yang peduli dengan masalah lingkungan dan tertantang untuk mengikuti program "Young Green Leaders 2011".
Pendaftaran untuk mengikuti event Young Green Leaders sudah dibuka. Pendaftaran diperpanjang hingga 5 Maret 2011.
Syarat dan ketentuan peserta :
1. Merupakan SMA negeri/swasta yang berada di kawasan Jabodetabek
2. Anggota tim terdiri dari 3 orang dengan 1 pembimbing
3. Mengisi form registrasi online di --> http://bit.ly/e1i4kw
Berikut tahapan programnya:
Tahap 1 -> Roadshow ke sekolah dan seleksi awal
Tahap 2 -> 10 Tim terbaik akan diundang mengikuti CAMP 2 hari 1
malam
Tahap 3 -> Kompetisi: Implementasi gagasan/ide di sekolah masing2
Tahap 4 -> Penganugerahan (Awarding) bagi 3 Tim TERBAIK
3 Pemenang terbaik akan mendapatkan :
Juara I : Uang Tunai (Pembinaan) sebesar Rp 5.000.000,- + Trophy + Sertifikat
Juara II : Uang Tunai (Pembinaan) sebesar Rp 3.500.000,- + Trophy + Sertifikat
Juara III : Uang Tunai (Pembinaan) sebesar Rp 1.500.000,- + Trophy + Sertifikat
Ok! tunggu apa lagi segera daftar sekarang juga.
be Young Green Leaders!
* CP: Novena - 08128148968
* Email: younggreenleaders@gmail.com
* Twitter: @GreenLeaders11
* Website: http://younggreenleaders.blogspot.com/2011/02/attention-to-all-young-green-leaders.html
Salam sejahtera/Faithfully yours,
David Immanuel Sihombing (David)
Director of Environmental Issue & Green Technology
President of GARUDA Youth Community
Student of Civil and Environmental Engineering, Undergraduate Programme,
Universitas Indonesia
twitter: @davidsihombing
facebook: David Immanuel Sihombing
JAKARTA DREAMS
Pernahkah kau bermimpi sungai Jakarta yang Jernih...?
Pernahkah kau impikan sungai Jakarta yang bening..?
Tempat sanak keluarga bertamasya..atau sekedar duduk-duduk menikmati sore.. ... memandang itik berenang diantara 1-2 teratai yang timbul tengelam dalam riak air terdera perahu yang lewat..
Perahu tamasya ataupun transportasi membawa penumpang yang tampak LEGA menikmati angin yang menerpa lembut...
- LEGA dari kemacetan lalu lintas darat yang menyesakkan, sehingga bisa sampai tujuan tepat waktu.
- LEGA karena begitu BENING-nya SUNGAI sampai tak segan tangan menari-nari MERAIH AIR-nya...
- LEGA melihat anak-anak RIANG BERENANG dan BERMAIN di sungai yang bersih dari bibit penyakit..?
- Sungai TANPA SAMPAH yang mengotori, maka SINAR SURYA CERIA selalu berhasil MBERSIHKAN kuman apapun...
BIOTIFUL SUNGAI JAKARTAKU
BISAKAH IMPIAN KITA TERCAPAI..?
MAPUKAH KITA MEWUJUDKANNYA..?
" kemana Kita Melangkah..Ke Sanalah Kita Akan Sampai "
" Bila kita yakin bisa sampai pada IMPIAN BERSAMA tersebut,
maka akan TERAIHLAH ia dengan MUDAH.."
DAVID COOPERRIDER
Dengan APPRICIATIVE INQUIRY..Bliss Brown berhasil menginspirasi harapan dan komitmen, serta dedikasi masyarakat untuk membangun kemballi kota Chicago melalui IMAGINE CHICHAGO yang kini menjadi rujukan pembangunan kembali sekitar 150 kota di dunia.
Apakah APPRICIATIVE INQUIRY ?
sebuah penggalian dan pengasahan PERMATA DIRI yang bisa memberikan RUH pada kehidupan DIRI SENDIRI dan LINGKUNGAN SEKITAR..
YANG MENJADI BEKAL UNTUK MENCAPAI IMPIAN
APPRICIATIVE adalah :
- menghargai, menyadari yang TERBAIK, yang ada di DIRI dan LINGKUNGAN kita..kekuatan, kesuksesan..POTENSI masa lalu, kini dan MASA DEPAN.
- bertanya, mengali dan menemukan KEKUATAN KITA, terbuka terhadap berbagai KEMUNGKINAN BARU.
HUKUM dan PRINSIP AI
2 HUKUM :
1. Apa yang kita cari, itulah yang kita temukan
2. Kemana kITA melangka, ke sanalah KITA akan sampai
3 PRINSIP :
1.Jika mencari masalah, ditemukan masalah
2. Jika mencari KESUKSESAN, ditemukanlah KESUKSESAN
3.Jika memiliki KEYAKINAN akan impian,maka ditemikan KEAJAIBAN.
Melakukan INQUIRY berarti :bertanya & menggali, tentang :
1. Potensi, kekuatan dan kemampuan DIRI
2. Nilai kehidupan dan tradisi
3. Cerita kebijakan lokal
4. Peristiwa yang membahagiakan
5. Pemikiran / Ide-ide cemerlang
6. peluang & Kesempatan
7. Pencapaian
8. Visi masa depan yang didambakan.
PIKIRAN POSITIF ---> PERASAAN POSITIF ---> PERILAKU POSITIF
Temukan KEKUATAN dan BERIKAN yang TERBAIK..
UNTUK JAKARTA DREAMS
Home Energy Score
Posted by Jakarta Green City
on
Wednesday, November 17, 2010
, under
Energy,
Green Ispiring,
Home
|
comments (0)
Dengan Penilai Tingkat Pemakaian Energi Di Rumah " Home Energy Score " , Memungkinkan Pemilik rumah atau pengembang yang melakukan penghematan pemakaian energi dengan berbagai cara mendapatkan Pinjaman yang dipermudah untuk memperbaiki atau membangun rumah baru yang hemat Energi.
Sebuah Insentif yang mempunyai Keuntungan Ganda..!!!


